Diposkan pada Tak Berkategori

Men sana in corpore sano

Simbok hidup di dua lingkungan, yg satu usia 60 tahun keatas sehat dan lincah, satunya lagi usia 60 kebawah namun sudah tidak bisa aktif bergerak karena berbagai macam alasan kesehatan.

Melihat itu tentu saja simbok berharap bisa seperti lingkungan pertama yg aktif dan lincah di usia senja. Karena apalah arti materi berlimpah jika sehat tak diperoleh. Kalo diusia senja sehat jiwa raga, jaminan bahagia tentunya. Makan nikmat, tidur enak, aktivitas lancar, lengkap lah sudah.

Tapi yuuk ah kita lihat apa tips lingkungan pertama sehingga tampak begitu sehat.

  1. You are what you eat. Ini beneran ampuh. Kita adalah apa yg kita makan. Semakin banyak variasi makanan yg kita masukkan dalam perut, maka semakin bervariasi pula efek sampingnya. Bukan hanya slogan “jaga pola makan”, tapi yg benar adalah jaga nafsu makan. Menjaga nafsu makan secara otomatis akan membatasi asupan makanan yg masuk perut, dan akan membatasi jumlah efek samping makanan yg masuk ke dalam tubuh. Puasa juga jadi satu opsi terbaik. Berpahala dan sehat pula.
  2. Olahraga is nothing. Yang benar adalah perbanyak gerak. Lakukan kegiatan yg banyak melatih otot. Misal menyapu, bersih-bersih, siram tanaman, banyak jalan, dan bersepeda. Lakukan secara intensif dan rutin. Jadikan kebiasaan sehari-hari.
  3. Perbanyak sosialisasi. Banyak ngobrol dan ketawa adalah cara yg ampuh buat kesehatan jiwa. Dari jiwa yg sehat tentu akan mengarah ke raga yg sehat pula.
Iklan
Diposkan pada Tak Berkategori

Sunnah Nabi itu…Mudah atau Susah??

Sembilan dari sepuluh pintu rejeki adalah berdagang

Maka cobalah masuki pintu rejeki itu.

Berdaganglah meskipun kau sudah kaya – Hasan Al Banna

Apalagi kalo belum kaya, kenapa ga coba berdagang dulu.

#selfreminder

Selalu….selalu….selalu ingat dua hal di atas kalo lagi lesu, lagi males jualan. Baru sebulan ini mencoba serius jualan, dan ternyata..susyaaaah mas vroh #eluselusdadaAdamLevine

Entah kenapa sesuatu yg diniati dengan iseng-iseng malah kadang hasilnya serius. Eh begitu serius hasilnya malah iseng-iseng.

Apa nyerah? Hohoho..tentu saja tidak. Apalagi banyak teman diluar sana yg berjuang bareng. Jadi penyemangat diri ini.

Hidup itu masalah waktu dan pilihan. Waktu terus berlari tanpa pernah bisa kembali. Dan pilihan itu selalu datang mengiringi waktu, Be or Not to Be, Do Something or Do Nothing.

Sunnah Nabi emang susah, tapi mending do something daripada do nothing..iye kan? 💞

Diposkan pada Tak Berkategori

Coco, Cinta dan Rindu antara Dua Dunia

Baru hari Minggu lalu nonton Coco, film animasi yg rilis November tahun lalu dan digadang-gadang bakal meraih best animation picture Oscar bulan depan. Sampai sekarang, simbok terngiang-ngiang sama soundtrack-nya, masih teringat beberapa adegannya. Sangat berkesan. Edit: ternyata beneran menang dua kategori Best Animation Picture dan Best Original Song.

Film ini mengambil setting Mexico tepatnya bercerita tentang Day of the Death, hari perayaan kematian. Dimana menurut kebudayaan di Mexico, mereka yang mati masih akan tinggal di dunia kematian selama yang hidup di dunia masih ingat dan mengenangnya. Dan pada Day of the Death, mereka yang mati dapat berkunjung ke sanak saudara di dunia jika foto mereka masih dipajang untuk dikenang.

Seorang anak bernama Miguel yang bermimpi menjadi pemusik terkenal seperti legenda Mexico, Ernesto de la Cruz namun mendapat tentangan dari keluarga besar. Oke sampai disini simbok kira ceritanya bakal jadi seperti pada film-film bertema mimpi/passion lainnya. Bakal ketebak dari awal.

Source: YouTube
Source: YouTube

Tapi Coco beda. Untuk mengejar mimpinya Miguel tanpa sengaja terjebak di dunia kematian. Kalau tidak segera kembali ke dunia nyata, Miguel akan tinggal di sana dan mati sebenarnya. Sambil berusaha untuk kembali ke dunia nyata, Miguel menemukan beberapa clue yang ternyata sangat berkaitan dengan mimpi dan sejarah keluarga nya.

***

Aaaahhh…dari film ini simbok jadi memahami seberapa besar arti sebuah kenangan. Kenangan yang terus menghubungkan antara mereka yang sudah tiada dengan keluarganya. Sangat sedih ketika ada adegan arwah tua yg sekarat lalu kemudian perlahan lenyap karena mereka yg di dunia sudah melupakannya. Ini mirip seperti aku yg selalu mengenangmu sehingga kau selalu hidup dalam sanubari ku #tsaaahhh.

Inilah kekuatan cerita Coco.

Oke langsung aja beberapa pesan yg bisa diambil dari film Coco:

  1. Mengejar passion boleh, tapi jangan sampai mengorbankan orang lain terutama keluarga.
  2. Adakalanya kita harus mendengarkan nasehat orang tua. Yaaah meskipun kadang terdengar kolot dan kaku.
  3. Jadilah orang “besar”, yang akan membuat orang-orang mengenang jasa-jasa mu.
  4. Dunia kematian ternyata tidak seseram yang kita bayangkan #eh
Diposkan pada Tak Berkategori

Juragan Gomblok

Ada yang tau istilah gomblok? Kalo gombal tau laah ya..

Gomblok dan gombal sama aja.

Sama-sama sandang-an kita manusia sebagai wujud makhluk yg bermartabat (katanya).

Resmi pada tanggal 16 Januari 2018, simbok buka toko baju aka gomblok khususon anak-anak di depan rumah sama di IG macupacu_ae. Kepoiin IG kami ya siiist 🙂

Berawal dari susah nya simbok cari baju anak yg berkualitas dengan harga yg agak ngepas, simbok jadi gemes pengen kulakan baju yg banyak trus membagikan kegemesan ini dengan orang-orang sekitar bahwa baju baik berkualitas itu tidaklah mahal. Terjangkau kok. 

Salah satu koleksi simbok dipake adek Brama

Pengennya sih, jualan baju itu ada nilai plusnya (added value bahasa keren nya), biar kita jualan ga cuma sekedar cari duit dan duit. Tapiii apaaa yaaa…Apa yg bisa di tambah value nya dgn jualan gomblok?? Entahlah. Apa nunggu punya konveksi dulu biar bisa buka lapangan kerja?

Yg jelas ini salah satu sarana buat simbok ngikutin apa yg Nabi lakukan jaman dulu, berdagang! Bahkan Hasan Al Banna juga pernah bilang : Berdagang lah meskipun kamu kaya. Nah, jadi apa yg buat kita ragu buat berdagang. Just go a head.

Juragan gomblok GO GO GO!!!

Diposkan pada Tak Berkategori, Waktu Luang

Kitalah sang penguasa…huaahhaha

Berawal dari hot topic awal Minggu ini, yaitu Liam Gallagher salah satu sempolan eh pentol -an Oasis konser di Jakarta, hampir semua media massa memberitakan dengan penuh semangat. Trus mulai lagi deh orang – orang bernostalgia dengan musik-musik lawas era taun 80 -an dan 90-an. Dan tentu saja membandingkan dengan musik – musik masa kini yg bagi sebagian generasi membosankan.

YESS….simbok mengakui pada jaman radio lalu dilanjutkan dengan MTV ngehitz musik-musik nya sungguh bervariasi. Taun 80an tidak hanya didominasi oleh band rock berambut gondrong macam Rollingstone dkk, tapi juga rame oleh musik pop by King of Pop Michael Jackson. Musik mendayu pun juga ga malu unjuk gigi dengan adanya si ganteng bersuara aduhai mas Bryan Adam. 

Lanjut di tahun 90an komposisinya bertambah dengan adanya boy/girl band macam Boyzone, BSB, Spicegirl, dan kawan-kawan. Ada juga diva-diva bersuara melengking sampe ke ujung bulan macam Mariah Carey, Whitney Houston, dan tentu Tante Celine Dion. Belum lagi wajah tampan bersuara merdu Om-Om Latino Ricky Martin dan Antonio Banderas. Daaaan semakin komplit dengan adanya lagu ajep-ajep super hits by House of Pain dengan Jump Around nya. Superrr lengkap bukan…..

***

***

Nah,, banyak yg nyinyir dengan musik jaman now yg monoton. Dalam 10 tahun terakhir musik pop begitu-begitu aja. Begitu K-Pop menyerbu seluruh dunia, Indonesia juga tak kalah latah ikut ngeboy/girl band dengan kualitas apa adanya. K-Pop agak mereda, lalu muncul lah DJ-DJ ternama dengan lagu ajep ajep Electronic Dance Music yg merajalela di seluruh dunia. Kalo ga salah EDM ini booming hampir 4-5 tahunan, daaaan sampe sekarang simbok nyetel Breakout (tayangan musik satu-satunya yg logis) isinya masih ajep-ajep aja. Hampir semua penyanyi pernah feat dengan DJ ituh. Awal-awal senang, tapi kalo kelamaan ajep-ajep kan bisa tengeng leher.

Source image: lupadaratan.com

Tapi coba kita lihat dari sisi lain. 

Dengan adanya kecanggihan teknologi, kenapa musik terasa sangat monoton. Bukan kah seharusnya lebih bervariasi karena adanya kemudahan ini. 

Justru disinilah masalahnya.

Jaman dulu, industri lah yg menciptakan pasar. Industri mengeluarkan musik rock, pop, grunge, EDM, Melayu, dangdut atau tarling pun kita tinggal terima. Ibaratnya kita para penikmat musik disuapin sama industri. Kita bisa melahap sampe kenyang, atau kadang-kadang kita muntahin kalo ga suka. Tapi tetap aja kita nyicip, suka atau tidak. Media massa hanya satu arah membuat kita jadi objek saja. 

Lain dengan sekarang. Teknologi membuat kita benar-benar memilih apa yg mau kita dengar saja. Kita downloads atau streamingnya hanya yg benar-benar kita inginkan. Lama-lama industri akan HANYA mengeluarkan apa yg sebelumnya kita inginkan. Ibaratnya, kita udah ga mau disuapin, maunya makan sendiri. Dan maunya cuma bakso aja, ga mau sayur, lama kelamaan industri akan malas masakin kita sayur, mending ngasih bakso aja terus-menerus. Padahal kita sebenarnya udah jenuh yesss dengan bakso. 

Ini lingkaran setan. Dan sesungguhnya kita lah para setan itu. Kita lah penguasa industri sebenarnya. Huaaahaaahaa!!!

Diposkan pada Tak Berkategori

Desember Ceria

Tak ada hujan di penghujung tahun 2017, Desember ini. Ceraaah ceriiiiaa. Pas buat yang punya segudang acara untuk menikmati malam tahun baru. Pas juga buat yg punya cucian menumpuk macam simbok ini. Belum juga tengah hari, eh semua udah keriiiiiing dan wangiiii…syuuukaa deh 😀

Beberapa jam sebelum pergantian tahun simbok mau mengingat-ingat kejadian menarik sepanjang tahun ini:

  1. Haykal Bramasta Saputra, putra kedua simbok lahir di akhir Maret pas pada saat liburan Nyepi. Sepi beneran Rumah sakit dan tenaga kesehatannya. Tapi Alhamdulillah si bocah lahir dengan selamat dan menggemaskan. Sekarang, udah gedhe lincah, aktif dan trengginas..roooaaaaarrrrrrwwrr
Diposkan pada Tak Berkategori

Khilaaf nak…

Kalo ada yg jual stok sabar di Shopee, simbol mau borong deh semua nya. Ga pake ngecer, langsung paket grosir angkut semuanya.

Seiring bertambah pintarnya den mas Prana dan adek Brama, stok sabar simbok mulai terkikis sedikit demi sedikit. Apalagi saat capek banget dan ndilalah si bocah kok yaaa njaraak plus gregetne. Pengennya sih yaa si bocah itu nurut terus tiap hari tapi yaaa itu utopis beibeeh. Mana ada bocah sehat nan lincah manut nurut dolak dolok gitu. Yang ada jelas menguji iman dan Imin.

Nah kalau sudah emosi di ubun-ubun kita bisa apa dong? 

Istighfar dalam hati emang obat paling manjur. Seperti yg terjadi pada simbok sore ini. Setelah khilaf nyeplesin bokongnya bocah, simbok istighfar mohon ampun dan minta nambah stok sabar ke Yang Nduwe Urip. Lalu yang terjadi kemudian adalah penyesalan tak berujung. Kok bisa kitaa sebegitu tega nyeplesin bocah berwajah lucu macam itu. Ya Allah ini lah kerjaannya syaitan. Mohon hamba ini selalu diingatkan.

Diposkan pada Tak Berkategori

Anak Gadis Ayah

Minggu-minggu ini rame drama antara mbak Jendun dan Mas Harisss (sok ikrib). Baik ttg drama sang istri sah maupun drama video viral anak mas Haris yg ngelabrak mbak Jendun. Semua rameee membicarakan, media gosip semakin payu, acara gosip ratingnya naik.

Tapi simbok ga bahas itu. Simbok cuma mau berkisah. 

***

Ada seorang anak gadis bau kencur, yang sangat memuja ayahnya. Ayah adalah sosok pahlawan dalam hidupnya. Tapi karena satu dan lain hal, ayah harus bekerja diluar kota. Bagi si gadis tak mengapa, semakin jauh maka semakin besar rindu saat ayah pulang nanti.

Suatu hari….si gadis iseng mengotak-atik HP ayah dan tanpa sengaja melihat pesan terkirim yg ditujukan pada seorang wanita diluar kota sana. Satu, dua, tiga, dan banyak lagi pesan terkirim lainnya bernada mesra. 

Dunia runtuh. Hancur sudah sosok ayah idola kebanggaannya. 

Masih tak percaya. Dibaca lagi pesan itu satu-satu. Tak ada pesan masuk, oh berarti pesan masuk dihapus dan kebetulan yg terkirim belum dihapus. Sengaja, biar tak ada yg baca. Menipu. 

Si gadis kabur dari kenyataan. Entah kemana dia berlari. 

Senja tiba baru kembali, dengan muka sembab dan hati teriris luka parah. Terhitung pingsan tak sadarkan diri sebanyak 8 kali sehari.

Luka itu tidak sembuh. Bahkan sampai belasan tahun kemudian. 

Kepercayaan, harga diri, hilang seketika. Berganti dengan sikap temperamen, mudah tersinggung sekaligus sentimentil.

Karakter, sikap, bahkan pembawaan berubah setelah kejadian itu. Yang jelas tidak menjadi lebih baik.

Anak gadis yg terluka. 

Dan simbok yakin banyak anak gadis lainnya yg terluka diluar sana. Eling o Ayah eling.

Diposkan pada Tak Berkategori

Tak Ada Tokoh Idola Jaman Now

Dulu yaaa selain makanan dan minuman favorit, tokoh idola juga jadi poin penting kalo kita mau tuker-tukeran biodata di binder ato di halaman sahabat pena majalah kuncup/Bobo. Itu penting. Karena dengan lihat “tokoh idola” bisa-bisa kita semakin akrab-ikrib dengan si pemilik biodata hanya berdasarkan “Eh ternyata kamu juga ngidolain Sherina yaaa. Aku juga loh…”

Kakak sepupu yg sedang kuliah di Jember pertengahan tahun 90-an bisa surat-menyurat secara akrab dengan Guru Bahasa Inggris SMP Mbakku dengan premis yang sama: penggemar Jon Bon Jovi. Tidak terhitung berapa poster bung Jon terkirim antara Jember dan Madura. Tokoh Idola menyatukan mereka.

****

***

Now…now…and now…

Waktu berlalu.

Idola muncul tak hanya di tivi, koran, majalah tapi di media yg lebih masif – SocMed Yang Agung beserta pengikutnya Maha Benar Netizen dengan segala ocehannya.

Idola selalu muncul di setiap generasi. Tapi boleh dikata Idola yg muncul di jaman now adalah yg paling sial. Betapa tidak sial, Idola jaman now harus rela jika jutaan Maha Benar Netizen membuntuti setiap detail kehidupannya. Jika si Idola artis panggung, dia harus siap dilihat secara menyeluruh bukan hanya aksi panggungnya, tapi perihal apa bajunya, lagi makan apa, dengan siapa, kalo angop gimana, kalo ngupil gimana, dan seterusnya akan dalam pengawasan Maha Benar Netizen. Bisa jadi hanya karena salah angop – yang seharusnya mangap keatas, tapi ini mangap kebawah- , karir ciamik yang dibangun bertahun-tahun habis karena komentar Netizen “iiiih angopnya aneh, nggilani” dan viral. Maha Benar dan Kuasa Netizen.

Belum lagi jika sang Idola adalah tokoh Agama, Ustadz, Kyai, Ulama yg disegani, akan lebih agresif lagi Maha Benar Netizen menghakimi. Dengan dalih belio lebih mengerti Agama, maka hujatan dan penghakiman massal akan semakin kencang menghadang. Padahal kita semua tahu tak ada manusia yang sempurna.

Tak kurang beberapa diantaranya meredup bahkan mati karirnya. AA Gym dengan kasus poligami nya, Kyai Sejuta Umat Zainuddin MZ dengan kasus nikah nyirih (eh apa perkaos siihh – btw udah di close kayaknya nih case), dan yang teranyar Ust Arifin Ilham dengan nikah ketiganya. Emang kasus AA Gym dan Kyai Zainuddin MZ terjadi sebelum era sosmed merajalela, tapi waktu itu infotaintment lagi jaya-jayanya. Sami mawon.

Lebih horor lagi jika sang Idola terjun ke dunia politik. Alamat karir dan nama bagus berpuluh tahun bakal hangus hanya dalam jari-jemari Maha Agung Netizen. Dahlan Iskan misalnya. Sebelum terjun ke politik, citranya selalu positif. Di Jawa Timur jadi tokoh idola hampir semua kalangan. Begitu jadi CEO PLN yg politis juga lanjut ke Menteri dan cita-cita kursi Presiden, nama baik runtuh perlahan-lahan. 

Nama berprestasi lain juga begitu. Sebut saja Anies Baswedan dengan Indonesia Mengajar -nya, Sandiaga Uno dengan Adaro -nya, Basuki Tjahaja Purnama dengan e-birokrasi -nya. Mereka, kalo boleh jujur adalah pribadi yg berprestasi di bidang nya. Tapiii yaa ulah hater yg gonna hates hates hates memang bikin manusia seakan penuh dosa.

***

Tak bisakah gaeees, kita menghargai seseorang karena karya nya sahaja??

Diposkan pada Tak Berkategori

Suro dan Angkringan

Sekitar awal tahun 2000an, dua perguruan pencak silat di Madiun sekitarnya Setia Hati Terate dan Setia Hati Winongo pada puncak kejayaan. Follower dan subscriber keduanya merata di seluruh wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan sekitarnya.

Kubu keduanya selalu bersebrangan mirip kubu Jokower vs Prabower  ato sebelas dua belas dgn kisah balajaer vs balanemo meski ga jelas apa yg dipermasalahkan. Padahal pucuk pimpinan SH Terate dan SH Winongo sudah beberapa kali bergandengan tangan mengimbau perdamaian, eeeh yg dibawah masih aja suka senggol bacok. Nah mirip lagi kan ama Jokowi – Prabowo yg pernah terlihat mesra tapi di sosmed pendukungnya bringas luar biasa.

Ga terhitung berapa kali tawuran antar pemuda kampung (yg beraninya keroyokan) terjadi hanya karena beda mahdzab perguruan. Duel di jalanan acapkali terjadi tanpa ada sebab yg jelas. Pendekar – pendekar amatir yg sebenarnya cuma bisa satu jurus pun bertebaran hampir di tiap desa. Sok jagoan? Pasti. Jangan ditanya level kemlinthinya.

Nah, tahun 2017 ada yg beda dengan perayaan Grebek Suro para pendekar-pendekar ini. Pawai berbaju hitam-hitam masih, konvoi di jalanan masih, sah-sah -an alias baiat masih. Tapiii udah ga serame dan seheboh dulu. Yg biasanya berpuluh-puluh truk mengangkut para pendekar merajai jalanan, ini cuma hitungan biji. Yg biasanya ada ratusan motor pendekar cabe-cabean plus terong-terongan, ini cuma ada puluhan motor. 

Ada apa ini? Kemana para cabe dan terong itu?

Simbok intip angkringan sebelah rumah. Oh mereka lagi ngupi Goodday sambil wifi-an….