Posted in Parenting

Ketika Asupan Gizi Anak Bangsa ditangan Tukang Sayur

Mau sebagus apapun program imunisasi pemerintah, ato seberapa sering iklan ASI eksklusif nyempil diantara puluhan iklan di sinetron Anak Sangit, itu semua akan sia-sia dan muspro jika tidak didukung nutrisi 4 sehat 5 sempurna…ralaaat..nutrisi yang sehat berimbang.

Hmmmm…

Pernah ga sih makemak, saat kita semangat berpikir mau masak menu sehat apa besok hari lalu terlintas ikan tongkol goreng plus tempe goreng plus sayur asem plus buah apel plussss plusss lainnya..eh pas tukang sayur lewat adanya tempe tahu, bayam, kangkung, wortel dan sebangsanya. Nah, bablas sudah rencana indah untuk memenuhi asupan nutrisi seimbang buat keluarga. 

Ga mau kehilangan akal, simbok order dulu sama mas tukang sayur buat menu besok…cencuuu yg sehat berimbang…dan ga cukup pesen ke satu tukang sayur, tapi ke tukang sayur lainnya yg notabene jarang bersua.

Lalu lalu..pas lewat eh mas tukang sayur bikin gemes aja. Order ga ditepati. Ga cuma sekali, tapi berkali kali abai, seakan-akan si mas ga peduli bahwa kebutuhan gizi kita tergantung padanya. Terpaksa deh sayurnya kalo ga Asem, Bening, Lodeh sama Oseng doang…fyuuuh..

Kalo kayak gini, semestinya pemerintah juga kasih kampanye ke tukang sayur bahwa kebutuhan nutrisi anak bangsa juga ada ditangan mereka.

****

Tiba-tiba teringat jingle:

Aku anak sehat tubuhku kuat

Karena ibuku rajin dan cermat

Selama aku bayi slalu diberi ASI

Makanan bergizi dan imunisasi

Berat badanku ditimbang slalu

Posyandu slalu menunggumu setiap waktu

Kalau aku diare, ibu slalu waspada

Pertolongan oralit slalu siap sedia

Posted in Parenting

NPD Mother disekitar kita

Dulu waktu masih gadis, belum menjadi emak emak berdaster, simbok selalu memandang sempit kehidupan rumah tangga teman, sodara, tetangga. Selalu ada dua hal, benar dan salah. Kalau dia ga benar maka pasti salah, dan sebaliknya. Kalau ibu marah, maka anak yg salah. Selalu begitu.

Tapi nyata nya dunia tidak sebiner itu.

Source: http://thequeenandking.blogspot.com
Pernah dengar kan ada seorang ibu yg iri atau merasa tersaingi dengan keberhasilan anaknya, atau ibu yg manipulatif dengan kondisi anaknya, atau juga pernah tau seorang ibu yg super sempurna di luar rumah tapi ternyata super garang di dalam rumah. Jika iyaa, bisa jadi ibu tersebut merupakan NPD Mom atau Narcissitic Personal Disorder.

***

Apakah NPD semacam narsis yg kita kenal?

Jawabannya enggak.

Jika narsis hanyalah berupa kebanggaan semacam: aku cantiiiik niih, aku pintar, aku baaaikk, bla..blaa..maka Narsis hanyalah seujung kuku dari NPD.

NPD adalah mental Disorder dimana penderita nya merasa dan harus diperlakukan menjadi pusat perhatian dunia, sedangkan yg lain lewaaaaaaat. 

Pengaruhnya pada parenting, jika pada ortu yg normal segala perhatian dan kasih sayang mengalir dari ortu ke anak, maka pada ortu NPD sebaliknya, jangankan anak mendapat curahan kasih sayang. Yang terjadi justru ortu NPD berharap dan mengharuskan anak melimpahkan curahan perhatian dan kasih sayang kepada mereka. Ga peduli si anak masih kecil atau udah dewasa. Jika tidak dituruti akan ada verbal maupun fisik abuse. 

Ortu yg NPD akan semakin berbahaya jika yg mengidap adalah sang ibu. Peran ibu sebagai pendidik dan tokoh utama dalam membesarkan anak akan terganggu. Ngeri nya lagi, anak yg dibesarkan oleh NPD Mom selain mentalnya terganggu, rata-rata juga akan meneruskan sifat NPD nya ini jika kelak punya anak. Ini semacam rantai setan yg tak putus.

Bagaimana ciri-ciri NPD Mom?

Simpelnya, NPD Mom hanya memikirkan dan peduli mengenai perasaan nya, seluruh dunia hanya tentangnya saja, bukan untuk anak, suami, keluarga atau yg lain. Hanya dirinya saja.

Tapi tentu ada ciri-ciri spesifik seperti yg di ungkap oleh Dr.Karyl McBride berikut. Untuk detailnya coba jawab beberapa pertanyaan dibawah ini.

  1. When you discuss your life issues with your mother, does she divert the discussion to talk about herself?
  2. When you discuss your feelings with your mother, does she try to top the feeling with her own?
  3. Does your mother act jealous of you?
  4. Does your mother lack empathy for your feelings?
  5. Does your mother only support those things you do that reflect on her as a “good mother”?
  6. Have you consistently felt a lack of emotional closeness with your mother?
  7. Have you consistently questioned whether or not your mother likes you or loves you?
  8. Does your mother only do things for you when others can see?
  9. When something happens in your life (accident, illness, divorce) does your mother react with how it will affect her rather than how you feel?
  10. Is or was your mother overly conscious of what others think (neighbors, friends, family, co-workers)?
  11. Does your mother deny her own feelings?
  12. Does your mother blame things on you or others rather than own responsibility for her feelings or actions?
  13. Is or was your mother hurt easily and then carried a grudge for a long time without resolving the problem?
  14. Do you feel you were a slave to your mother?
  15. Do you feel you were responsible for your mother’s ailments or sickness (headaches, stress, illness)?
  16. Did you have to take care of your mother’s physical needs as a child?
  17. Do you feel unaccepted by your mother?
  18. Do you feel your mother was critical of you?
  19. Do you feel helpless in the presence of your mother?
  20. Are you shamed often by your mother?
  21. Do you feel your mother knows the real you?
  22. Does your mother act like the world should revolve around her?
  23. Do you find it difficult to be a separate person from your mother?
  24. Does your mother appear phony to you?
  25. Does your mother want to control your choices?
  26. Does your mother swing from egotistical to a depressed mood?
  27. Did you feel you had to take care of your mother’s emotional needs as a child?
  28. Do you feel manipulated in the presence of your mother?
  29. Do you feel valued by mother for what you do rather than who you are?
  30. Is your mother controlling, acting like a victim or martyr?
  31. Does your mother make you act different from how you really feel?
  32. Does your mother compete with you?
  33. Does your mother always have to have things her way?

Note: All of these questions relate to narcissistic traits. The more questions you checked, the more likely your mother has narcissistic traits and this has caused some difficulty for you as a growing daughter and adult.
Jika jawaban diatas “Ya” lebih dari 25 pertanyaan, maka kemungkinan adl NPD Mom.

Atau bisa baca-baca disini untuk 10 tanda NPD parents.

Tapi memang untuk lebih pasti nya harus di konsultasi kan ke psikolog.

***

Apa impact ke anak yg dibesarkan oleh NPD Mom?

Berbeda-beda gangguan yg di alami oleh sang anak. Tetapi nantinya akan ada anak yg menjadi Golden Child dan ada yg menjadi Scapegoat.

Golden Child adalah anak yg diagung-agungkan oleh NPD Mom. Ga peduli si anak benar atau salah, si anak akan selalu penuh puja puji. Rata-rata Golden Child ini adalah anak laki-laki, walaupun ada juga anak perempuan. Jika nanti sudah besar dan punya anak, ayah Golden Child ini berpotensi akan menjadi NPD Dad dan mendidik anaknya seperti ibunya terdahulu.

Sementara Scapegoat adalah anak yg selalu jadi kambing Hitam, yang selalu salah di mata NPD Mom, ga peduli benar atau salah maka akan selalu salah. Si Scapegoat juga akan menjadi objek pemenuhan obsesi si ibu. Scapegoat bagi NPD Mom selalu anak perempuan, mungkin karena NPD Mom merasa anak perempuan adalah saingan nya. Scapegoat ini selalu mendapat verbal/ fisik abuse dari si ibu. Efeknya anak Scapegoat akan menderita baik fisik maupun batin (terutama batin). Banyak yg menjadi tertekan – depresi, atau sebaliknya menjadi pribadi yg liar dan pemberontak. Drugs dan alkohol, bisa jadi pelarian.

Efek jangka panjangnya, anak perempuan yg dibesarkan oleh NPD Mom (terutama yg Scapegoat) akan menjelma menjadi NPD Mom nantinya, ini tidak disadari. Lalu akan mendidik anak-anak nya persis seperti ibu nya terdahulu. Jika dulu ibunya mendidik dgn penuh kekerasan (verbal/fisik), maka si anak akan melakukan hal yg sama ke anaknya nanti. Begitu seterusnya. Rantai setan yg tak terputus.

Lalu apa yg bisa dilakukan jika sudah teridentifikasi NPD Mom atau Child of NPD Mom?

Perlu dicatat, NPD Mom TIDAK BISA SEMBUH. Jika ini terjadi, maka anggota keluarga (suami, anak-anak, kakek-neneknya) yg harus memahami kondisi sang Mom. Berat, tapi harus.

Tapi anak dari NPD Mom bisa disembuhkan. Hal ini menjadi satu-satunya cara agar rantai setan NPD terputus, tidak lanjut ke generasi berikutnya.

Bagaimana cara menyembuhkan anak dari NPD Mom?

Tentunya pergi ke psikolog yg mumpuni, yg memang berpengalaman dengan kasus NPD. Karena ga semua psikolog berpengalaman, takutnya salah diagnosa sehingga semakin memperparah keadaan.

Karena psikolog di Indonesia terbatas, rata-rata hanya ada di kota besar, tak ada salahnya mencoba self healing. Salah satunya adalah dengan memaafkan diri sendiri, memaafkan NPD Mom, dan memaafkan keadaan. Ikhlas. Laluuu coba lah ambil jarak dgn NPD Mom agar kesehatan mental terjaga. 

Berat?? Emang…

Untuk menambah informasi bisa baca-baca pengalaman beberapa anak yg dibesarkan oleh ortu NPD di detik forum atau blog tentang anak yg dibesarkan oleh ayah NPD dan ibu pengidap Personality Disorder lainnya di http://thequeenandking.blogspot.com

Dunia tidak seindah cerita Disney memang..

Dan mungkin ada suatu masa dimana Tuhan lupa menaruh surga di kaki ibu.

Everyone deserve to be happy 🙂

Posted in Parenting

Mas Prana yg mulai mbangkong

Kalo mbangkongan (bangun kesiangan) adalah kebiasaan yang menurun secara genetis, maka simbok akan menuding Mbahkung laah penyebabnya! Huaaahahaha…sehingga simbok masa remaja nya di hiasi kebiasaan mbangkongan yang sepertinya nurun ke Mas Prana. 

Dulu waktu bulan puasa, Simbok paling susah bangun. Pertama Kanjeng Mami akan teriak manggil-manggil. Biasanya simbok dengar, tapi entah kenapa mata ini kayak di lem alteko. Setelah sekian menit ga bangun juga, Kanjeng Mami akan datang lalu nyepless paha simbok. Cepleeeeeessss!!!! 

Apakah simbok kapok? Tentu tidak. Hampir tiap sahur selalu begitu. Wkwkwkwk…

***

Time flies so faaaast… Saatnya simbok berada di posisi Kanjeng Mami.

Semenjak menikah, simbok semakin tanggap dan cekatan urusan per-bangunan. Sekian detik sebelum alarm nyala simbok bisa bangun…entah kekuatan apa ini. 

Tapi anehnya, begitu simbok pulang ke rumah Kanjeng Mami kekuatan hitam itu datang lagi. Rasanya kasur dari masa kecil simbok punya kekuatan magis untuk menarik alam bawah sadar simbok untuk lebih lelap dan lelap lagi. Duuh yaaaa….

Daaaaannn, kekuatan magis mbangkongan itu menurun ke Den Mas Prana. Mbangkongnya ga maen-maen. Bisa tidur dari jam 9 malam sampe jam 9 pagi ke esokan harinya. Itu ditambah ngompol 2x, dan tetap mereeem.

***

Ada yg tau tempat ruqyah anti mbangkong????

Posted in Parenting

Simbok bukan hanya milik Prana seorang

Well well well….simbok sekarang bukan mahmud Abas lagi, bukan milik Prana sorang saje, tapi sekarang simbok menjelma jadi MAMAH CANTIK DUA ANAK aka Macan Dunak.

Alhamdulillah hari Selasa kemarin, 28 Maret 2017, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan kukutnya situs favorit simbok Mojok.co, putra kedua Simbok lahir pukul 12:40 bernama Haykal Bramasta Saputra. Nickname: Brama, biar segagah dan sepemberani Brama Kumbara Sang Ksatria Madangkara. Wkwkwk…kata Mbahkung, kalo namanya Brama kudu sakti. Inggih kung, lha tergantung Mbahkung e mau menurunkan Kanuragan e opo engga…minimal saipi angin lah kung.

Sejak Senin subuh, tanggal 27 Maret, simbok sudah merasakan tanda-tanda mules. Tapi masih lemah, simbok masih bisa beraktivitas seperti biasa. Justru simbok semakin semangat beraktivitas macam jalan-jalan, ngepel, nyuci baju, en gawean mbabu lainnya. Simbok bersemangat untuk segera bertemu thole tersayang.

Sampe Isya, belum ada penambahan mules yg signifikan. Hmmm…sepertinya mesti di rangsang sesuatu nih. Ok, simbok njajan steak dulu sebagai obat perangsang nya 😀 

Dan jam 9 malam, abis njajan steak, frekuensi mules meningkat. Yes it works! Persis kayak Den Mas Prana dulu yg dirangsang pake rujak Petis biar mules meningkat. 

Nyampe rumah simbok ga bisa tidur, mules meningkat. Dan pas pup jam set 1 tengah malam, lendir bercampur darah muncul. Alhamdulillah. Waktu yg dinanti-nanti tiba. Simbok bangunin suami dan ibu mertua, ready for real battle…

***

Jam 1 malam meluncur ke Madiun, tujuan awal RS Islam Aisyah, RS yg dulu nangani kelahiran Den Mas. Eh lha kok semua dokter kandungannya keluar kota…sedih. Lalu menuju ke RSUD Pav Merpati as second alternative. Nyampe lobi RS, suasana sepi lampu resepsionis mati dan ga ada orang sama sekali. Bahkan satpam jaga pun ga ada. Padahal paviliun ini fasilitas VIP nya RSUD loh. Hmm…jadi tau kenapa Zumi Zola merong-merong waktu sidak di RS Jambi beberapa waktu lalu. Cuss, lanjut meluncur ke Klinik Flamboyan, eh muter-muter sepanjang jalan biliton ga ketemu. Fyuuuh

Akhirnya terdamparlah simbok di RSIA Al Hasanah (RSIA satu-satunya di kota Madiun). Meskipun RSIA, jangan harap pelayanan ibu anaknya superb, kalo boleh rate 3 jempol terbalik. Mau ulas detail kekurangan nya simbok juga udah males, toh apalah artinya dibanding dengan kelahiran bayi yg sehat sempurna. Yang jelas not recommended place for maternity.

Al kisah simbok nyampe RS jam set 2 malam. Meski mules, simbok usahakan buat tidur agar besoknya siap tempur. Subuh bangun, mulai jalan-jalan dan hirup udara segar. Pas capek istirahat, barang-barang di kasur. Begitu seterusnya.

Jam setengah 11 siang, simbok udah ga sanggup jalan. Saat diperiksa udah bukaan 5, lega sekaligus bersemangat. Yeaay ini yg ditunggu-tunggu.

Daaaaannn…melalui perjuangan yang istimewa, pukul 12:40 Den Bagus Brama lahir ke dunia.

Alhamdulillah.

Kata orang, kelahiran kedua dan seterusnya lebih gampang. Menurut simbok engga, setiap kelahiran selalu unik, istimewa dan punya cerita sendiri.

Posted in Parenting

Susahnya Membesarkan Anak di Dunia Penuh Gadget

Waktu kuliah, simbok bisa ngabisin 8 jam lebih buat ngenet dan maen laptop. Entah buat browsing, nge-game, nonton, berforum, dan kurang dari 10% nya ngerjain tugas.

Pas kerja dan single, masih sekitar 8 – 12 jam ngadep PC, dan maen Smartphone. Ngrumpi, makan siang, dan nongkrong pun masih diselingi pegang gadget.

Lanjut pas kerja dan udah nikah, masih sekitar 8-12 jam ngadep PC dan smartphone. Yaa karena ada waktu luang dikitpun masih pegang gadget. Nge-game udah berkurang jauh, nonton juga jarang, tapi baca artikel dan maen fesbuk masih sering banget.

Nah pas udah resign dan punya krucil, aktifitas bergadget riaa jaaaaauuuuhh berkurang. Hanya sempat ceki ceki pas anak bobok dan malam hari, itu kalo ga molor kecapekan. Sehari kurang dari 4 jam laah.

Itupun sebenarnya masih terhitung banyak maen gadget-nya, ditimbang aktifitas mager jaman dulu sebelum gadget merajalela.

Ituu artinya, simbok masih tergolong kecanduan gadget!!!!!! -__-

Lah, lha piye…wong sekarang eranya gadget, semua info lewat gadget. Kalo engga bisa kuper dan sutriss karena kurang piknik.

Efeknya jadi susah mau bikin kondisi steril gadget buat anak. Lha simbok kecanduan mosok anake ga boleh terkontaminasi gadget. Padahal sejatinya gadget merusak itu bukan hanya buat krucil tapi juga buat orang dewasa.

“Lha tapi kan orang dewasa sudah bisa ngontrol diri, beda sama anak-anak”

Jarene sopooo. Buktinya masih banyak ortu-ortu yg maen gadget ga peduli kanan kiri. Itu namanya punya kontrol tapi ga diaplikasikan. 

Yowes tooo, jangan protes anak ga boleh mengenal gadget kalo ortunya kecanduan. Ibarat bapak e ngrokok tapi anake ga boleh ngrokok. Sami mawon. 

“Nah trus gimana, masak dibiarkan begitu aja”

Yoo enggaklah jeeng.

Kalo mau kasih disiplin ke anak, cobalah dimulai dari diri sendiri. Disini simbok juga belajar buat membatasi diri bermain gadget, boleh ceki ceki tapi sewajarnya aja. Batas sewajarnya yaa disesuaikan dengan kondisi masing-masing lah.

Lanjut kalo simbok sendiri sudah disiplin, lalu diterapkan ke anak. Anak boleh-boleh aja liat gadget, tapi sewajarnya dan dalam kondisi tertentu. Jangan sampe gadget jadi hiburan utama, NO buat ini. Standar “sewajarnya” tentu saja masing-masing ortu beda pendapat. Ini juga ga papa.

Simbok sadar karena simbok tinggal bukan hanya berdua eh bertiga saja dengan si bocah. Simbok dan bocah berada dilingkungan keluarga besar, sodara-sodara, teman-teman dan tetangga yang ga mungkin steril dari gadget.

Jadi kalo bisa anak simbok mengenal gadget yaa waktu bersama simbok, bukan saat bersama sodara, teman ataupun. Kita ga pernah tau kan apa isi gadget mereka 😉

Posted in Parenting

Kapan Anak Mengenal Gender?

Saat Den Mas sakit beberapa Minggu lalu, dia ga mau di emong siapapun kecuali simbok bapak dan…. Paklek nya!

Kemaren waktu maen ada temen sebayanya (cewe) datang manggil-manggil. Den Mas noleh bentar, abis itu asik maen sendiri. Eh ga lama kemudian ada anak cowok TK lewat didepannya, Den Mas langsung lari ngejar tu anak sambil manggil “Mas…Mas”

Disini simbok baru ngeh bahwa Den Mas sudah mengenal beda gender, dan dia lebih suka/tertarik main bersama teman cowok.

Selain itu, tanpa ada yg ngajarin Den Mas juga lebih suka bermain permainan maskulin semacam panjat pohon/pagar, tendang bola, dll. Nah ini bikin simbok gumun dan penasaran. Akhirnya setelah googling sana sini dapatlah info ini.

Menurut Mbah Sigmund Freud, ada 5 fase perkembangan psikososial:

  1. Fase oral (0-1 tahun). Ini fase saat anak suka ngemut dan memasukkan apapun ke mulut. Kepuasan anak ada di mulut. Tahap ini membentuk karakter anak dikemudian hari.
  2. Fase anal (1-2 tahun). Ini fase yg tepat untuk anak belajar toilet training, dimana anak belajar kontrol diri.
  3. Fase phallic (2-6 tahun). Fase dimana anak tertarik dengan alat kelamin dan hal-hal yg berhubungan dengan itu. Saat yg tepat untuk pengenalan anatomi tubuh.
  4. Fase laten (6-12 tahun). Fase dimana anak tertarik pada ketrampilan kognitif, pengetahuan, budaya dan bersosialisasi. Desakan seksual mengendur.
  5. Fase genital (12 tahun – dewasa). Dorongan seks dan fase phallic kembali muncul. Ada perubahan fisik yg jelas terutama di daerah genital.

Setiap anak bisa mengalaminya di rentang dan usia berbeda, tapi pasti mengalami 5 tahapan fase tersebut.

Nah menurut pengamatan simbok, Den Mas saat ini berada di fase ketiga, fase phallic. Dimana si bocah sudah mengenal perbedaan jenis kelamin dan juga tertarik dengannya. Pantesan beberapa kali Den Mas suka narik-narik alias mainin “Uyung” nya. Kalo sudah gini, simbok tinggal menjelaskan dan mengenalkan anatomi tubuh yg lain.Ga perlu dimarahin kalo bocah lagi mainan Uyung, tinggal dialihkan aja perhatiannya ke hal lain.

Ini juga saat yg tepat buat pengenalan identitas gender yg tepat buat anak. Bocah laki diarahkan ke permainan yg maskulin, dan bocah perempuan diarahkan ke permainan yg feminin. Jangan lupa kenalkan dengan contoh figur sesuai dengan gender nya.