Posted in Serba-serbi

Post Power Syndrom di Usia Muda?

Siang tadi simbok dikunjungi teman seperjuangan simbok waktu merantau ke ibukota. Cerita ngalor ngidul sampailah pada Post Power Syndrom (PPS) yg melanda kebanyakan orang yg bekerja. Yes, PPS yang tidak hanya melanda mereka-mereka yang purna tugas karena usia pensiun namun juga yang melanda usia muda yang terpaksa harus berhenti bekerja diranah publik.

***

Kedua orang tua simbok kebetulan adalah pekerja yg masih 4&5 taun lagi menuju masa pensiun. Jadi simbok belum pernah merasakan secara langsung keluarga dekat yang teridentifikasi PPS, tetapi tetangga dan rekan sekantor dulu ada beberapa.

Ada yang berubah menjadi pemurung dan menutup diri, ada yang berubah menjadi sangat sensitif, dan ada pula yang dulunya di kantor sangat garang plus jutek tapi menjelang pensiun menjadi super super baik namun cenderung rendah diri. 

Dan hal tersebut bukan hanya terjadi pada mereka yg sudah uzur, tapi yg masih muda kinyis-kinyis juga. 

Simbok percaya bahwa berapapun kadarnya, PPS dapat terjadi pada mereka yg sebelumnya mendapat tempat untuk aktualisasi diri lalu berubah secara drastis tidak mendapatkan peran ditempat baru tersebut, setidaknya peran yg setara dengan kondisinya dahulu.

Melihat ciri-ciri diatas, jangan-jangan simbok juga terkena PPS itu! Naah looh…

****

Waktu simbok memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran setahun lalu demi bermain asolole dengan Den Mas Prana dirumah, simbok sudah membayangkan akan kejenuhan dan kebosanan dimasa mendatang. Simbok sudah pikir baik-baik itu. Dan simbok harus siap!

Tapiiiii… toh adakalanya terlintas dipikiran simbok bahwa saat ini posisi simbok kurang berperan, kurang berdaya, kurang seksi, dan kurang ah ah ah lainnya.

Emang sih, posisi simbok di kantor terakhir bukan posisi mbois, hanya kacung kampret seperti kalian, yes kalian. Yang tiap hari Senin berat buat berangkat, dan selalu sumringah di hari Jumat. Yang tiap bulannya hanya menunggu tanggal 25. Hanya bersemangat berangkat kerja demi ketemu teman-teman dan bergosip ga jelas. Simbok ini ibarat bawang goreng di kuah bakso, sedap kalo ada, kalo kelupaan yaa ga papa…#eaa

Tapi yaa..namanya manusia..simbok kadang masih berandai-andai “dulu yaa..waktu simbok di kantor dan bla bla bla..waktu simbok sekolah dan bla bla bla again”…masih terjebak sama romantisme masa lalu. 

Apalagi simbok merasa tahapan hidup simbok itu ibarat naik tangga, selalu naik. Mulai dari jaman SD di pedalaman Madura, lalu SMP pindah ke Magetan lanjut SMA di Madiun dan diteruskan ke masa-masa sok idealis kekirian plus sedikit feminis waktu kuliah di Malang. Di tiap tahapan tersebut selalu ada cerita dan makna yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman.

Nah ketika simbok ditahap sekarang, berperan sebagai ibu rumah tangga (beberapa kawan ogah disebut IRT, lebih suka Full Time Mom atau perempuan bekerja dirumah, whatever you called) simbok kadang merasa kok berhenti yaaa naik tangga nya. Ato malah sekarang lagi turun tangga???

Pikiran-pikiran ini yang kadang mengganggu, yang membuat PPS muncul dan bikin simbok ga seseksi dan sesemok dulu lagi. Pfffuuuft

Hmmm…. Simbok coba belajar dari ortu, pakpuh, bupuh, pakdhe, budhe yang sudah pensiun dan menjelang pensiun. Mereka rata-rata santai menghadapi hidup, punya sawah yang diolah ketika ada waktu luang, dan ga punya fesbuk yang bikin kita kepo sama kehidupan orang lain!!

Oke oke..simbok noted.

****

****

Sekali lagi, PPS bisa terjadi pada mereka diusia tua maupun muda. Dan itu pilihan. Kita bisa memilih untuk akan melewati masa-masa PPS itu diusia tua atau muda. Kalo memilih di usia muda, setidaknya masih punya energi lebih untuk mengeksplor diri  dan mendapatkan peran ditempat lain. Tapi kalo memilih diusia senja juga ga papa, siapa tau seperti Kolonel Sanders yang berhasil mengeksplor diri justru di usia senja. Itu kalau nasib Anda seberuntung Kolonel Sanders :p

Advertisements

Author:

mom of 1 son, dreamers, orang yang hidup dilingkungan M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s