Posted in Tak Berkategori

Ketika Nyawa di Ujung Tanduk

Kemarin magrib, di daerah Buaran Jakarta Timur yang sekitar 5 km dari rumah simbok di Harapan Baru Bekasi, ada penodongan di dalam angkot. Seorang residivis, Bromocorah, merampok dan menyandera penumpang angkot T25. Yg disandera ibu muda beserta anaknya yg berusia 2 tahun.

Di video yg beredar saat penyanderaan selama 30 menit itu, tampak wajah si ibu putih pucat pasi dan pasrah. Anaknya juga diem tidak nangis maupun meronta-ronta. Padahal jelas ada sebilah pisau yg ditekankan di dagu si ibu, dan update info terakhir si pelaku sempat menusuk anaknya dipunggung sampe tembus ke paru-paru. 

Duhhh…simbok yg liat video serasa lemas ikut merinding. Ga kebayang simbok di posisi ibu tsb, saat nyawa diujung tanduk. Iyaa kalo nyawa diri seorang, lah ini nyawa anak tersayang juga diujung tanduk. Tiga puluh menit pasti serasa 30 hari. Beruntung si ibu ga ikut panik teriak-teriak, atau si anak yg rewel yg bisa menambah kepanikan dan berakibat celaka.

Saat nyawa diujung tanduk, simbok haqqul yakin bahwa itu adalah momen manusia sedekat-dekatnya dengan Sang Maha Pencipta karena pada saat itulah manusia sadar bahwa hidup ini hanya sekejap saja.

Disisi lain, ibu muda tadi juga sangat beruntung pernah mengalami kejadian mengerikan seperti ini. Karena kejadian tadi pasti akan membuat si ibu melesat menjadi manusia yg jauh lebih baik.

Advertisements

Author:

mom of 1 son, dreamers, orang yang hidup dilingkungan M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s