Diposkan pada Review

Review: Latte Steak

Simbok sudah lama ngidam steak Holycow ato Abuba. Tapi di kampung simbok mana ada?? Karena mas bojo kasian dan iba dengan asupan nutrisi hewani simbok yang berkurang, maka Sabtu ini simbok diajak ngedate sama mas bojo buat nyobain steak ala ala Holycow/Abuba.

Maka dipilihlah Warung Latte (tempat gaul yg nge-hits di jalan Cokro Madiun) untuk ngicip steak yg konon rasanya lumayan dibanding dgn warung steak lainnya di kota ini.

Cuss…simbok dan bojo langsung pesen Tenderloin Latte Steak, Smoked Beef Spaghetti, Mozarella Fries, Banana Fusion dan Choco Banana.

Untuk steak:

  • Dagingnya ga utuh berupa irisan, tapi hampir mirip patty nya burger. Tapi masih murni daging kok. Wajar sih dgn harga 55ribu mau ngiris daging tenderloin secara utuh juga susah. Perkiraan berat sekitar 150gram, cukup mengenyangkan lah.
  • Daging dipanggang medium, tengahnya masih agak merah. Jadi masih cukup empuk. Ga ada pilihan kematangan disini. Rasanya cenderung gurih.
  • Saus nya cuma ada satu, blackpepper. Ga ada saus tomat ato sambal. Yaa inisiatif kalo mau minta.
  • Sayur: buncis, wortel, jagung manis, brokoli, dan kembang kol. Buncisnya yg biasa, gedhe utuh, bukan Baby buncis jadi kurang cocok untuk sayuran steak. Tapi overall sayurnya enak, matangnya pas.
  • Kentang panggang nya utuh, segar, dan renyah. Enak mengenyangkan.

    Dengan harga 55ribu, overall it’s worth to try. Apalagi mengingat warung Latte bukan spesialis warung steak.

    Menu yg lain seperti Spaghetti, Banana Fusion dan Choco Banana juga enaak. Rasanya ngeblend, cocok di lidah simbok yg khas Jawa indo Madura. Cuma Mozarella Fries nya bukan seperti Mozarella goreng yg krispi dan molor didalamnya. Tapi kentang goreng biasa ditaburi Mozarella, seledri dan daun bawang. Opo mikirnya Mozarella Fries itu gabungan dari French Fries plus Mozarella yaa, wkwkwkw…Tapi enak kok meskipun lucuuu.

    Kapan-kapan bisalah dicoba menu laen di warung Latte ini. Harga masih sesuai dikantong simbok yg jelata ini.

    PS: no pict bukan berarti hoax yes. Ini semata-mata simbok tidak pernah tega membiarkan masakan menggoda didepan mata dipoto dulu, mending langsung masukin perut…

    Iklan
    Diposkan pada Parenting

    Kapan Anak Mengenal Gender?

    Saat Den Mas sakit beberapa Minggu lalu, dia ga mau di emong siapapun kecuali simbok bapak dan…. Paklek nya!

    Kemaren waktu maen ada temen sebayanya (cewe) datang manggil-manggil. Den Mas noleh bentar, abis itu asik maen sendiri. Eh ga lama kemudian ada anak cowok TK lewat didepannya, Den Mas langsung lari ngejar tu anak sambil manggil “Mas…Mas”

    Disini simbok baru ngeh bahwa Den Mas sudah mengenal beda gender, dan dia lebih suka/tertarik main bersama teman cowok.

    Selain itu, tanpa ada yg ngajarin Den Mas juga lebih suka bermain permainan maskulin semacam panjat pohon/pagar, tendang bola, dll. Nah ini bikin simbok gumun dan penasaran. Akhirnya setelah googling sana sini dapatlah info ini.

    Menurut Mbah Sigmund Freud, ada 5 fase perkembangan psikososial:

    1. Fase oral (0-1 tahun). Ini fase saat anak suka ngemut dan memasukkan apapun ke mulut. Kepuasan anak ada di mulut. Tahap ini membentuk karakter anak dikemudian hari.
    2. Fase anal (1-2 tahun). Ini fase yg tepat untuk anak belajar toilet training, dimana anak belajar kontrol diri.
    3. Fase phallic (2-6 tahun). Fase dimana anak tertarik dengan alat kelamin dan hal-hal yg berhubungan dengan itu. Saat yg tepat untuk pengenalan anatomi tubuh.
    4. Fase laten (6-12 tahun). Fase dimana anak tertarik pada ketrampilan kognitif, pengetahuan, budaya dan bersosialisasi. Desakan seksual mengendur.
    5. Fase genital (12 tahun – dewasa). Dorongan seks dan fase phallic kembali muncul. Ada perubahan fisik yg jelas terutama di daerah genital.

    Setiap anak bisa mengalaminya di rentang dan usia berbeda, tapi pasti mengalami 5 tahapan fase tersebut.

    Nah menurut pengamatan simbok, Den Mas saat ini berada di fase ketiga, fase phallic. Dimana si bocah sudah mengenal perbedaan jenis kelamin dan juga tertarik dengannya. Pantesan beberapa kali Den Mas suka narik-narik alias mainin “Uyung” nya. Kalo sudah gini, simbok tinggal menjelaskan dan mengenalkan anatomi tubuh yg lain.Ga perlu dimarahin kalo bocah lagi mainan Uyung, tinggal dialihkan aja perhatiannya ke hal lain.

    Ini juga saat yg tepat buat pengenalan identitas gender yg tepat buat anak. Bocah laki diarahkan ke permainan yg maskulin, dan bocah perempuan diarahkan ke permainan yg feminin. Jangan lupa kenalkan dengan contoh figur sesuai dengan gender nya.

    Diposkan pada Serba-serbi

    7 Lagu yang Bikin Jatuh Cinta Saat Pertama Kali Dengar

    Cinta pada pandangan pertama itu ada. 

    Cinta pada pendengaran pertama pun juga ada. 

    Simbok ini yaa, termasuk orang yg susah jatuh cinta pada pertama-pertama an entah itu pandangan atau pendengaran.

    Bagi simbok, mencintai itu adalah sikap mengeksplor-menelusuri-menelisik lebih dalam. Kudu ngglibet disek nembe tresno. Tapiii ndilalah kersaning Gusti Allah, ada beberapa hal yg bikin simbok jatuh cinta pada pandangan/pendengaran pertama.

    Dan ini adalah lagu-lagu yg terekam otak besar untuk langsung simbok cinta pada pendengaran pertama.

    1. Dokter Cinta – Evie Tamala. Ini lagu dangdut yang terngiang-ngiang di kepala waktu simbok SD. Dan pernah jadi soundtrack-nya film nya Richie Ricardo (mbuh untuk judul yg mana). Kalau ga salah Richie jadi dokter ganteng gitu. Pas era YouTube simbok baru ngecek video klipnya. Alamaaak…rambut e mbak Evie megaar banget…wkwkwk
    2. Kembali Sekolah – Sherina. Ini lagu jadi nge-hits karena soundtrack-nya film Petualangan Sherina (pembangkit perfilman Indonesia setelah mati suri berdekade). Berhubung simbok ga mengenal bioskop waktu SD, jadi simbok taunya lagu ini ya lewat TV. Dan jatuh cinta saat pertama kali dengar. Saking jatuh cinta nya, simbok kerap berpura-pura jadi Sherina yg tali sepatunya sering lepas (sengaja di iket ga kenceng biar sering lepas..wkwkwk)
    3. Baby One More Time – Britney Spears. Simbok sukkkaa banget mulai dari lagu, kostum Britney, tariannya, bahkan gerak bibir mbak Britney spelling lirik. Ini lagu pas simbok SD. Tapi pas pensi SMP simbok pernah nyanyi lagu ini didepan umum looooh..wakakak..padahal suara jauh dari pas-pasan.
    4. Where is the love – Black Eyed Peas. Inilah lagu rap pertama yg bikin simbok jatuh cinta. Apalagi ada elemen-elemen konspirasi didalam liriknya (jaman demen-demennya konspirasi :D)
    5. Manusia Bodoh – Ada Band. Lagunya sedih, menyayat, tak ada logika, tapi emang faktanya ada. Sinetron dengan judul yg sama (dan juga jadi sountracknya) juga ada, tayang cuma beberapa Minggu lalu bungkus. Ga tau endingnya gimana
    6. Just Give Me A Reason – Pink ft Nate Rues. Lagu ini simbok denger tepat setelah simbok abis ngobrol sama temen kalo industri musik lagi jenuh. Eh kok muncul lagu ini dan otak besar simbok langsung merekamnya, suka suka suka. 
    7. Boogie Shoes – KC And Sunshine Band. Pertama denger di video anjing yg nge-dance. Kok earcatching yaa. Den Mas juga langsung joget denger lagu ini. Cari di google ga nemu, secara pendengaran simbok di lagu-lagu Londo emang jelek. Jadi lirik yg dimasukkan sbg keyword nyasar kemana-mana wkwkwkwk. Eh kok suami nemu juga di YouTube. Dan lagu ini adalah lagu yg sering diputer, bersaing diantara total 11 lagu di playlist HP simbok.
    Diposkan pada Tak Berkategori

    Rumah, a house or a home?

    Saat kita mau beli/bangun rumah, tujuannya apa? Build/ buy a house or home?

    Survey random simbok menyatakan: kalo itu rumah pertama, pasti beli as A home. Tapi kalo itu rumah kedua, ketiga dst, rumah tsb as A house only.

    ***

    Simbok sekitar 4 tahun lalu pontang panting cari rumah sama suami di daerah Jakarta coret. Hampir tiap minggu cari rumah mini yg sesuai sama celengan ayam simbok. Tentu juga mempertimbangkan cicilan KPR yg sanggup kita tanggung untuk waktu yg beranak. Berat? Iyes. Dan lebih menyesakkan kalau pas lagi survey banyak rumah kosong yg ga dihuni pemiliknya karena itu rumah only as A house. Bisa jadi itu rumah ke lima pemilik. Alasan klise nya yaaaa INVESTASI!!!!

    Duit ente ga akan berkurang, bahkan nambah dengan punya banyak rumah. Makanya banyak iklan bilang, Senin Harga Naik. Masif dan meracuni otak. Kesimpulan singkat, ente akan kaya raya kalo punya banyak rumah!!

    Oh really dear….

    ***

    Sekali lagi, simbok ga punya data akurat untuk ini. Simbok ga melakukan survey statistik secara detail (emang simbok pegawai BPS apa). Tapi ini murni pengamatan simbok.

    Yang tajir, sudah pasti punya banyak aset termasuk rumah. Tapi untuk bisa tajir, bukan dengan memperbanyak rumah. You got it?!

    Kalau udah punya rumah tinggal as A home, dan masih punya sisa duit melimpah turah turah. Tentu pilihan terbaik untuk sugih 7 turunan adalah investasi duit tersebut buat buka usaha. Puter lagi duitnya sampe beranak Pinak bercucu cicit. Apakah ini mudah? Tentu tidak. Berdarah-darah iyes. 

    Kalau duitnya masih melimpah lagi. Bikinlah usaha di bidang yang lain. Terus menggurita dan bikin kerajaan bisnis. Selain bikin sugih, bisnis juga membantu buka lapangan pekerjaan kan? Coba hitung, berapa banyak kita bisa menghidupi orang plus keluarganya. Malaikat Nakir pun akan kewalahan mencatat kebaikan kita.

    Ini beda kalo pola pikirnya kebalik, “Perbanyak rumah/aset bikin kaya”

    Pertama, ini terjebak sama iklan-iklan pengembang raksasa yg seenak udelnya bikin harga rumah. Harga yg ngatur dia, yg naikin dia, no rules at all. Yg lain mulai dari pengembang ecek-ecek, sampe orang-orang yg punya beberapa rumah, akan mengikuti standar harga nya dia. Pasar dalam genggaman nya, tanpa ada interupsi. Ini buruk, buruk sekali!!

    Kedua, rumah adalah kebutuhan pokok manungso. Termasuk sandang, pangan lan papan. Boleh berbisnis di tiga hal tadi, tapi mbok yaa beretika. Jangan bikin bisnismu mencekik kehidupan orang lain. Kalo udara yg kita hirup, sinar mentari yg hangat, dan air yg diminum bisa berbagi, kenapa tidak dengan tanah yg dipijak dan atap yg bernaung dibumi ini untuk kita bagi. Toh, masih banyak bidang usaha lain yg bisa dieksplor.

    ***

    Hal kecil yg bisa kita lakukan kalau kita terlanjur  punya banyak rumah adalah jual rumahnya dengan harga yg wajar ga mencekik. Sell a house for being a home for others.

    Diposkan pada Tak Berkategori

    7 Kuliner Jakarta yang Ngangenin

    Tidak bisa dipungkiri, Jakarta sebagai kota metropolitan yang berisi berbagai macam etnis dari seluruh Indonesia menjadikannya sebagai kota dengan jenis kuliner paling beragam yang pernah simbok temui.

    Simbok yang sudah 6 bulan tinggal di kampung tentu kangen dengan aneka kuliner di Jakarta. Karena hiburan disana kalau weekend yaaa emang makan, makan, dan makan. Apalagi!

    Berikut 7 kuliner yg bikin simbok kangen dan ngecess mengingatnya:

    1. Ampera 2 Tak – Cempaka Putih Jakpus. Ini warung Sunda. Setau simbok ada 2 cabang di Jakarta, satunya lagi di daerah Cikini Jakpus. Simbok dan suami lebih suka yg di Cempaka Putih karena selain dekat, tempatnya juga ga uyel-uyelan. Disini lauk kita milih. Ada segala macam jeroan, empal, aneka ikan, bakwan tempe tahu, Pete dan peyek. Kita milih lauknya, lalu sama pelayan akan digoreng ulang dan dihidangkan selagi hangat. Nasi dan sayur asem yg mantab jiwa ambil sendiri. Simbok sama suami sering ambil lauk paru, limpa, belut, peyek udang sama bakwan. Dan setelahnya kita merasa bersalah, entah berapa kolesterol yang masuk.
    2. Nasi Uduk Kebon Kacang – ada dimana-mana. Nasi uduk nya gurih dibungkus sama daun pisang sekepalan tangan. Bisa ngambil sambal dan bawang goreng seeepuaaassnya. Saya suka saya suka! Simbok bisa habis 3 bungkus nasi (kalo lagi jaim dan diet) lauk cumi goreng, plus peyek udang. Kalau lagi kalap yaaa, ehemm ga usah disebut yaa abis berapa bungkus, maluuu.
    3. Sate Domba Africa – Kelapa Gading Jakut. Ini yg jual benar-benar orang Afrika dan keluarganya, hitam tinggi. Ini cabang dari Tanah Abang (belum pernah kesana sih). Sate domba nya ga ditusuk kayak sate pada umumnya, tapi di iris-iris dalam potongan besar yang dibumbui kecap doang. Simpel memang. Tapi rasanya bung, uuuuuhhh menggelegar. Daging empuuuuk gurih luar dalam. Nasinya nasi kuning dan ada potongan pisang nya, simbok lupa namanya apa. Pokoknya kalo ke Mall Kelapa Gading, simbok selalu usahakan ke Street Food yg persis dibelakang mall.
    4. Ikan Mas Ceu Mie – Jati Padang Jaksel. Ini warung Sunda yg terletak di depan lapangan Golf Jatipadang Pondok Labu. Dulu tempatnya nylepit masuk gang di tengah-tengah kebon gitu. Tapi sekarang udah pindah dipinggir jalan raya. Khasnya tentu ikan mas. Kita cukup pesan lauk aja, ntar makanan pendamping seperti berbagai macam pepes, gorengan tempe tahu dan lalapan disajikan kemudian. Sambelnya ga terlalu pedas tapi mantaaaab jaya. Khas masakan Sunda. 
    5. CJ Tomyum – Lebak Bulus Jaksel. Menurut Simbok, tom yum di sini paling enak se-Jakarta. Emang kuahnya sedikit lebih kental dari pada tom yum yg di Thailand Sono, tapi rasanya ga kalah nendang. Enaknya ga cuma tom yum aja yg nikmat, hampir semua menu nya mantaaaab. Kalau udah beres makan, ada es merah delima gratis yg siap disantap. Maknyuss. Sayang tempatnya kurang luas, jadi kalau weekend dan pas lunch, siap-siap sakit hati ga dapat tempat.
    6. Holycow – ada dimana-mana. Setau simbok resto ini juga ada di Surabaya dan kota-kota besar lainnya. Dibanding dengan steak lain yg sekelas (harganya), Holycow paling maknyuss. Steak nya gurih dan empuuk. Simbok paling suka tenderloin AUS – welldone, mesh potato, sayurnya buncis. Mesh potato nya guriiiih lembut creamy, duhh nagihin. Kalo buncisnya kok bisa gurih manis dan renyah yaa. Enaak banget pokoknya. Nyammm…
    7. Shabu Hachi – Cinere Depok. Kalo mau makan all you can eat shabu-shabu an yg terjangkau, sehat dan enak, disinilah tempatnya. Di daerah Karangtengah, belakang terminal Lebak Bulus. Tempatnya ga terlalu besar, tapi cukup untuk makan rame-rame. Yang paling simbok suka disini adalah kuah yang bisa milih (semuanya enak), sayuran segar banget, variasi jamur yg banyak dan pilihan desert yg menarik. Simbok paling suka dengan jamur sittake, kuah miso pedasnya, cumi potong segar, irisan dagingnya tipis dan segar (ga seperti resto all you can eat lainnya yg porsi dagingnya bikin eneg).

    Aduuuh simbok ngetik ini sambil ngeces satu emberrr…

    PS: jangan harap tempat yg simbok sebut ini cozy ala-ala Instagram yah. Karena makan bagi simbok adalah memanjakan lidah, bukan mata.

    Diposkan pada Tak Berkategori

    Tantangan Jaman Akan Selalu Beda

    Tiap kali simbok scrolling sosmed, nonton berita, baca baca forum, kok kayaknya tantangan ke depan semakin berat yaaa. Taun 2016 kemarin aja, menurut simbok adalah taun terberat buat sosialisasi, emosi dan hati simbok. Tengoklah sosmed buat legitimasinya. Hoax merajalela, tenggangrasa sudah ga ada, hedonisme dimana-mana, dan hormat ke yang tua pun sirna. Gimana dengan tahun-tahun ke depan yaa. Simbok ga bisa bayangin anak-anak nanti hidup di jaman yg semakin edan.

    ***

    Eh, inget lagunya Koes Ploes yg ini ga:

    Muda mudi jaman sekarang, pergaulan bebas nian…..

    Kalo lagu itu dibuat tahun 1970an, berarti menurut Koes Ploes jaman itu udah parah pergaulan nya. Pasti mereka juga membayangkan gimana nasib anak-anak nanti di jaman mendatang. Padahal menurut Simbok sebagai generasi Y, tahun 90an adalah tahun-tahun kebahagiaan persis seperti meme-meme yg beredar. Artinya apa yg dikhawatirkan oleh generasi Koes Ploes menurut kita beda. 

    Lebih lanjut bisa jadi nanti tahun 2030, tahun yg kita takutkan, ternyata bagi anak-anak kita nanti adalah tahun yg membahagiakan, sama seperti kita mengklaim tahun 90an.

    ***

    Perubahan jaman itu pasti.

    Kekhawatiran itu akan ada.

    Dan tantangan tiap jaman selalu berbeda. 

    Dan kita sebagai emak emak pasti tau di setiap tantangan akan selalu ada solusinya. 

    Seperti sekarang nih, tantangannya kan internet tanpa batas, sosmed menjelma jadi penguasa informasi, budaya literasi terus menurun, dan kebutuhan sosial yg juga menurun.

    Nah, berhubung anak simbok masih toddler, simbok belum bisa aplikasi langsung nih buat ngadepin tantangan. Tapi simbok udah kebayang, nanti anak simbok bukan dilarang ini itu, tapi malah tak ajarin dalam batas yg WAJAR. Artinya, simbok harus lebih tau dalam ini itu dibanding dengan anak. Jadi kalo ada apa-apa yaa simboklah jadi rujukan pertama bocah. Endingnya semoga simbok bisa arahin bocah ke jalan yg benar. 

    Selebihnya…

    Yaaa simbok tinggal berdoa. Toh usaha sudah dilakukan, hasilnya biar Allah yg menentukan. Karena anak bisa jadi Anugrah atau malah jadi Musibah.

    Diposkan pada Tak Berkategori

    Pernak-pernik Baby Born

    Simbok bentar lagi lahiran adeknya Den Mas. Meski ini sudah anak kedua, rasa-rasanya simbok perlu mendaftar ulang apa aja keperluan untuk sombat sambut si Baby, takut ada yang kelewat.

    Here the list:

    1. Baju babyborn. Kalau cowok 1 lusin cukup, 6 biji lengan pendek dan 6 biji lengan panjang. Tambah 1-2 baju lengan kutung bolehlah kalau gerah. Kalau cewek tambah setengah lusin, karena Baby cewek kalo pipis dan pup melebar kemana-mana (ini kalo pake popok kain). Pengalaman simbok baju babyborn ini cuma kepake selama 2 bulan doang, abis itu kagak muat. Jadi ga perlu beli banyak-banyak.
    2. Popok kain 3 lusin. Simbok lebih suka popok kain dari pada diaper, alasannya tentu Murah! Hihi..selain itu simbok menggalakkan cinta lingkungan, go green, dengan menggunakan popok kain. Cuma emang capek nyuci nya sih. Sekali-kali diselingi diaper juga ga papa biar pundak ga pegal. Anw, simbok pengen nyoba produk diaper’s Line dari Pigeon. Itu tuh, semacam panty liners buat bayi yg pake popok kain. Kan lumayan dipake saat satu bulan pertama pas si bayi sering-seringnya pup, bisa hemat tenaga buat nyuci. 
    3. Gurita setengah lusin. Ini opsional, boleh pake boleh engga. Kalo sama dokter pasti dilarang pake gurita karena mengganggu pernapasan bayi. Kalau simbok masih pake sih biar si bayi merasa hangat. Ga perlu kencang-kencang make nya. Gurita ini cuma kepake 1 bulan.
    4. Bedong 2 lusin. Beberapa orang tidak memakai bedong, it’s okay. Karena emang ga papa juga. Tapi simbok pake bedong gunanya buat menghangatkan bayi dan memudahkan kita buat gendong kalau dibedong. Rasanya rentaan kalo gendong bayi yg masih merah tanpa bedong.
    5. Gendongan. Saat ini banyak sekali macam dan model gendongan mulai dari yg klasik seperti jarik, sampai gendongan koala yg sempat nge-hits beberapa waktu lalu. Sesuaikan dengan kebutuhan, apakah gendongan tersebut bisa dipake untuk usia bayi baru lahir, apakah nyaman untuk dibuat bepergian, dll. Kalo simbok selama ini masih senang pake jarik aka selendang kain buat gendong. Karena ringkes kalo dibawa kemana-mana, gampang untuk menyusui (ga ribet bawa apron), bisa buat selimut, tutup wajah bayi kalo tiba-tiba terkena matahari, bisa dipake mulai dari bayi baru lahir sampe usia balita, harganya ga sampe 50ribu,  dan bisa juga buat elap ingus bayi 🙂
    6. Handuk. Minimal 2 biji, 1 dipake 1 buat serep aja. Pilih handuk yg punya dua sisi, lembut dan agak kasar.
    7. Alas popok. Simbok pake alas popok yg bergaris-garis 1 lusin. Lumayan buat alas kalo lagi ga pake diaper’s.
    8. Perlak. Dua biji cukup, satu yg agak lebar, satu yg cuma seukuran 1×1.5 meter
    9. Baby bather. Alias alat bantu buat mandiin bayi. Penting nih, karena pas mandiin bayi kan rentan licin dan lepas saat dipegang.
    10. Bak mandi. Pake yg standard aja udah cukup. Mau yg lebih mahal juga boleh.
    11. Toileteries. Simbok ga pernah beli perlengkapan mandi. Semua dapat dari kado orang, bahkan masih ada sampe saat ini.
    12. Kasur lipat. Simbok saranin yg sekaligus kelambu, biar ringkes kalo dibawa kemana-mana. Beli yg bahan kasurnya empuk dan adem.
    13. Bantal guling. Biasanya kalo beli kasur bayi udah dapet sih bantal guling, tapi biasanya kasar dan keras. Padahal kalo beli sendiri banyak yg halus dan murah-murah.
    14. Rak kecil atau kontainer. Ini untuk menyimpan pernak pernik diatasi. Kalo pake lemari/kabinet bisa aja sih, tapi agak rempong karena sering buka tutup. 
    15. Stroller. Ini opsional aja sih. Karena Baby born kalo bisa jangan sering dibawa jalan-jalan keluar, udara kurang baik. Kalo dijemur bisa dipangku sekalian mendekap si kecil. Nah, kalo bayi udah gedhe, dan udah bisa diajak jalan-jalan jauh, stroller salah satu perlengkapan yg wajib dibawa. 
    16. Car seat. Ini juga opsional, mending beli kalo bayi udah agak gedhean dan bisa diajak jalan-jalan. Not recommended for Baby born.
    Diposkan pada Tak Berkategori

    Gabagen

    Sabtu – Minggu lalu Den Mas Prana rewel, demam tinggi. Simbok udah berencana ke dokter tepat di hari ke-3 demam, Senin sore. Tapi Alhamdulillah Minggu malamnya panas langsung turun drastis. Senin pagi mulai ceria, doyan makan lagi. 

    Tapi sorenya muncul bercak-bercak merah sedikit dipunggung. Bukan bercak DBD yg jelas, tapi becaknya ngumpul macam telor katak di Empang.

    Besoknya, bercak mulai penuh diseluruh tubuh dari wajah sampai kaki. Den Mas mulai ga nyaman, mulai rewel lagi dan lemes aktifitas. Tanya sana sini, sama googling, ini disebut Rubella alias gabagen kata orang Jawa. Bercak merah muncul tepat setelah demam turun tanda proses pemulihan. Dibiarkan saja sebenarnya akan hilang dengan sendirinya. 

    Tapi Den Mas ga betah, sepertinya gatal-gatal. Hmmm sejurus kemudian dikeluarkan lah obat oles andalan keluarga kami, Minyak Tanah. 

    Yes, sama Mbahkung Den Mas diolesi minyak tanah. Merata seluruh tubuh kecuali wajah. Den Mas langsung anteng ga rewel lagi. Besok paginya udah ilang itu merah-merah.

    ***

    Minyak tanah ini sudah menjadi P3K dikeluarga simbok. Mulai dari antibiotik pertama saat luka benda tajam, luka bakar ataupun luka hati (dengan nyiram orang yg bikin kamu sakit hati pake minyak tanah). Olesan untuk gatal-gatal, biduran sampai untuk rambut yg kutuan. Semuanya manjur. 

    Secara medis keluarga simbok hanya tau komposisi kimia minyak tanah itu hidrokarbon. Tapi lain-lainnya kami belum tau (setidaknya sampai saat ini). Abis googling sana sini juga belum dapat jawaban yg memuaskan hati mengenai hal ini. Yang jelas kami pernah pakai turun temurun dan Alhamdulillah aman.

    Tapi simbok ga menyarankan untuk dipakai ke kulit yang sensitif loh yaa, karena selama ini kulit di keluarga simbok emang terkenal badak sih, hihihi

    Diposkan pada Tak Berkategori

    Buku, ilmu yg dikomersilkan

    Emang benar bahwa semua orang butuh duit, butuh makan, butuh sandangan, bla bla bla. Tapi menjual nilai – nilai luhur dan merendahkan yg lain demi ujung-ujungnya “untuk makan” itu sedikit menjijikkan atau cenderung ke arah nggilani. 

    Dan kamu juga menemukan itu, di dunia anak yg super lucu.

    Yes, sekarang lagi ngetren sales buku anak yg juga merangkap konselor buku. Sebutan populernya book advisor aka penasehat buku. 

    Misi utamanya adalah meningkatkan minat baca anak mulai dari usia dini. Jadi jangan heran, kalau banyak buku-buku bayi yg harganya 1, 2 bahkan 3 juta. Misi yg bagus mengingat memang budaya literasi di Indonesia sangaaat rendaaah. Tapiii anehnya tingkat keaktifan kita di sosial media malah tinggi. Artinya kita itu cerewet di sosmed, tapi aslinya males baca. Makanya jangan heran kalau kita gampang kehasut berita ga jelas, mudah terbawa emosi hanya karena liat share foto di Facebook.

    Dengan kondisi di atas, simbok sangat yakin bahwa book advisor adalah suatu profesi yg sangat berat dan mulia. Lha ikut mencerdaskan kehidupan anak-anak penerus bangsa, opo yo ora aboot.

    Simbok jadi kepo ke beberapa teman yg jadi book advisor (BA) dari beberapa penerbit yg berbeda. Lha kok hasil e njekethek. 

    Hanya beberapa yg memang suka dan melek baca buku. Sisanya? Yoo ga lebih dari sales buku biasa, jepret sana jepret sini pamer anak e yg baca buku berjuta-juta dengan kalimat persuasif berharap ada yg kepengen lalu beli lah buku itu. Karena hari gini pamer susu, gombal dan stroller udah ga jaman. Yang kekinian tentu pamer ASIP sefreezer dan buku balita berharga jutaan.

    Belum lagi aktifitas pamer dibarengi dengan pernyataan bahwa kegiatan lain macam nonton TV, maen gadget adalah kegiatan buruk nan hina. Seolah-olah lupa bahwa kita generasi 80-90an juga dibesarkan dengan tontonan TV yg waktu itu minim sensor. Yoo Alhamdulillah ada yg tumbuh jadi spesies baik dan manis macam simbok :), ada yg keblinger juga, macam-macam banyak faktor yg mempengaruhi.

    Maen gadget juga sebenarnya ga papa dalam batas toleransi yg setiap embok pasti tau batasannya. Ga usah lebay ngelarang anak maen gadget tapi embok e aktif di sosmed. Lha ini namanya embok e seng kecanduan, bukan contoh yg baik juga buat anak.

    ***

    Buku, produk yg luhur nan luhung. Sebagai seorang penasihat buku, budaya dan wawasan literasi nya harus sangat baik. Lha kalau pas-pasan apalagi minim, kepada siapa orang-orang awam macam simbok ini mau minta nasihat tentang buku. 

    Diposkan pada Tak Berkategori

    Curhatan Simbok Galau

    Simbok baru punya anak satu, Den Mas Prana. Baru usia 1,5 taun. Eh karena taun 2016 sepanjang taun musim hujan, ga ada kemarau blass, cuaca dingin baik suang maupun malam maka berakibat bentar lagi Den Mas Prana punya adek kecil yg insyaAllah lucu menggemaskan persis seperti kedua ortunya.

    Seperti pada umumnya mahmud Abas yg suka galau dan curhat di sosmed, simbok yg masih tertatih dalam ngopeni anak juga sering dilanda gundah kelana. Tapi simbok malas buat curhat di sosmed. Alih-alih karena ga suka maen sosmed, tapi lebih ke alasan simbok ga mau status simbok jadi nge-hits dan semakin memperkaya yg punya sosmed. Cuiiih kapitalis!!!! Simbok ga mau itu. 

    Namun simbok juga butuh sarana pelampiasan uneg-uneg, kegalauan saat ngopeni Den Mas. Maka inilah lapak simbok untuk nggelar puing-puing galau, curhat, resah dan gelisah selama ini.

    Tak ada yg telat untuk nyampah meski Den Mas sudah gedhe, sudah bisa playon. Karena seperti kata pepatah “mending telat daripada babar blass”

    Cussss